29 Sep 2010

lelah

Halo. Hello. Bonjour. Annyeonghaseyo.

No one perfect, even the most beloved person in the world. Just God does.--
Dee(na hisan--")

maaf ya Allah, maaf bloggers, kali ini aku nggak kuat lagi untuk terus bersabar dan menanti balasannya. semua itu susah, semua itu masalah hati. dan jujur, sebagai manusia biasa yang nggak diberi mukjizat apapun sama Allah, aku nggak kuat sama semua ini. aku lelah.

aku lelah mengalah, aku lelah menunggu, aku lelah mengerti orang lain, aku lelah mencoba menjadi yang terbaik untuk orang lain, aku lelah mencoba untuk diperhatikan orang lain, aku lelah mencoba untuk di dengar orang lain, aku lelah mencoba untuk memperlihatkan siapa aku ini, aku lelah berkali-kali jatuh, aku lelah berkali-kali sakit, aku lelah berkali-kali mendem semuanya sendiri, aku lelah berkali-kali nyoba buat cerita sama orang lain tapi gak bisa, aku lelah berkali-kali nasihatin orang lain, aku lelah berkali-kali pura-pura kuat, aku lelah berkali-kali nangis dalam hati, aku lelah berkali-kali nggerus hati sebelum tak makan.

oh Earth, in the name of God, aku berani sumpah aku capeeeek banget selama ini. hati dan mentalku udah bonyok dan mungkin beberapa potong bagiannya udah kececer dijalan. habis disiksa habis-habisan sama salah satu dimensi kehidupan yang namanya "Realita". aku lelah dan menyesal juga udah mulai mengenal dan mengerti Realita, Earth. aku masih 13 taun, tapi kenapa aku udah merasa terlalu lelah sama semua ini, Earth? apa kamu pernah mengeluh kayak gini sama Allah, padahal kamu udah diinjek-injek tumbuhan, hewan, dan manusia yang bentuknya gak seindah kamu, selama bermilyar-milyar tahun? kalo nggak pernah, aku iri sama kamu Earth.

kenapa?
kenapa aku harus hidup di kalangan manusia yang punya kehidupan yang lebih indah? semua orang di tempatku belajar, udah punya kehidupan yang enak dan nggak se-ngenes aku. yah, sejauh itu yang aku tau. soalnya cuma itu yang kasat mata.
kenapa aku harus hidup di antara mereka-mereka yang mengalah dengan diri mereka sendiri dan bukan dengan orang lain? kenapa aku harus merelakan hatiku diinjek, dibecek, dirobek, dipatahin, dibakar, dan ditinggalin..hanya untuk orang lain? kenapa aku bisa segini bodoh dan kasiannya? kenapa aku harus kenal sama kenyataan dan semua yang ada di dalamnya? kenapa dunia ini nggak seindah fairy tale? kenapa dunia ini nggak cepet-cepet happy ending? kenapa...kenapa...dan kenapa.

sebagai manusia aku nggak mau jadi anak munafik atau apa. mungkin ada orang yang bilang aku bijaksana atau apa, tapi jujur, kadang kata-kata yang tak keluarin itu...aku sendiri ga bisa ngertiin, jalanin, dsb. tapi sekali lagi, aku cuma manusia biasa. siapa sih yang nggak mau hidup enak? siapa sih yang nggak mau berhenti mengalah? sebaik-baiknya orang, dia pasti punya sisi egois dimana sisi itu menolak sisi ke-tidak-egoisan untuk selalu keluar saat mingle. dimana sisi itu iri sama sisi satunya, dimana sisi itu ingin keluar dan menunjukkan bahwa di setiap orang juga punya sisi buruk. entah itu namanya nafsu, setan, iblis, lucifer, apalah terserah. tapi itu sisi alami manusia. dan aku juga...pingin dianggap...punya sisi itu.

aku capek untuk terlalu baik sama orang-orang. aku capek untuk menyembunyikan perasaan gak suka demi perasaan orang lain. aku capek untuk membohongi hatiku sendiri. semua itu...sekali lagi...terlalu susah, dan itu masalah hati.

kali ini, aku ngetik buat postingan ini, karena aku merasa tidak terlihat. invisible. aku merasa aku nggak punya temen atau apapun dalam hidupku. aku nggak bilang aku benci temen-temenku, i love them a ton. aku cuma merasa..yah sekali lagi, aku lelah. dan ini masalah hati.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;